Login



Statistik Kunjungan
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini17
mod_vvisit_counterKemarin14
mod_vvisit_counterMinggu ini31
mod_vvisit_counterMinggu lalu263
mod_vvisit_counterBulan ini853
mod_vvisit_counterBulan lalu1640
mod_vvisit_counterTotal378741

Hari ini: 22 Sep, 2014
Status Online
  • [Google]
Saat ini online:
  • 1 guest
  • 1 robot
Anggota terbaru:
  • kishore
  • alstonvq55
Jumlah anggota: 1215
Peta Pengunjung

SD Islam Al-Azhar 22 Salatiga

FILSAFAT KUPU-KUPU

FILSAFAT KUPU-KUPU

Oleh : Diaudin


Kupu-kupu? .... Aha, fikiran kita langsung tertuju pada makhluk ciptaan Allah yang unik, indah, dan cantik. Terbang dengan gemulai anggun dan hinggap di bunga nan cantik dan harum. Sungguh suatu pasangan yang pas. Sangat jarang bahkan terkesan aneh jika ada orang yang takut atau benci kepada kupu-kupu.

Ulat....? Hiiiii...... takuuut. Mendengar namanya saja sudah merinding, apa lagi melihat, apalagi merayap di badan kita.... terbayang bulunya yang lebat.... menjijikkan, jika tersengat bulunya gatal dan panas minta ampun. Yah, meski tidak semua ulat begitu. Makan dedaunan dan merusak tanaman. Kotoran berserakan menjijikkan. Siapa yang suka ulat? Sangat jarang dan bahkan mungkin aneh jika ada orang yang menyukai ulat.

Kupu-kupu dan ulat. Ulat dan kupu-kupu.... ternyata oh ternyata... kupu-kupu yang begitu cantik, indah, anggun dan dicintai banyak orang itu berasal dari ulat yang mengalami proses metamorfosis. Kok bisa ya? Dan ulat yang begitu kejam, sadis, jorok, rakus dan dibenci banyak orang itu adalah anak dari kupu-kupu. Subhaanallah......

Daripada bengong.... mari kita coba belajar dari kupu-kupu dan ulat. Kita gambarkan saja diri anda ( eh... maaf, kita semua maksudnya) adalah ulat. Jika tersentuh, ulat akan segera berdiri bulu-bulunya yang tajam dan berbisa. Dengan angkuh dan sombongnya ulat memasang kuda-kuda untuk membalas..... hiii, serem. Nah, kita sepertinya tidak seperti itu, tapi justru lebih parah..... hehehe... Begitu kita mendengar suara yang menyentuh perasaan kita......apa yang kita lakukan? wow dahsyat..... balasan yang kita lancarkan bisa menancap di hati bertahun-tahun tak tersembuhkan.

 

Ulat memakan dedaunan tak pandang itu punya siapa. Yang penting sikat habis. Gak peduli itu milik saudara, tetangga, orang miskin, anak yatim dan semuanya. Lha kok manusia juga ada yang begitu juga ya..... Tidak peduli hak orang lain, hak tetangga, saudara, rakyat. Yang penting dapat banyak dan terpenuhi keinginan nafsunya yang tak pernah puas. Wow.... lebih parah ya..... Manusia yang menularkan sifatnya ke ulat atau yang tertular manusia?

Pada saatnya ulat bertapa dan berpuasa dengan mengasingkan diri di dalam kepompong yang dibuatnya sendiri. Manusia juga bertapa, berpuasa, beribadah, sholat dan mengasingkan diri untuk tujuan yang berbeda antara individu yang satu dengan yang lain. Hehehe.... sama lagi ya antara manusia dan ulat....

Di akhir puasanya ulat terlahir dengan bentuk dan perilaku yang baru dan sangat jauh berbeda dengan asalnya. Dia terlahir sebagai kupu-kupu yang begitu indah dan menakjubkan. Pribadi yang halus dan lemah lembut, tidak pernah marah dan tidak pernah menyakiti sesamanya. Tingkah lakunya selalu menawan. Yang dimakanpun sari-sari tumbuhan. Bagaimana dengan manusia setelah melaksanakan tirakatnya? Apakah terlahir dengan segala yang baru? Apakah perilakunya berubah? Apakah bisa memberi kesejukan bagi yang di sekitarnya? Dan sederet lagi pertanyaan yang cukup dijawab dengan satu kalimat. “ Kan kita bukan kupu-kupu...”

 

Hihihi..... Just kidding.... hanya sekedar guyonan.... tapi kalau tidak tersinggung ya kebangetan.... hahaha..

Terakhir Diperbaharui (Sabtu, 05 April 2014 02:17)

 

Kotoran Sapi


Sahabat,
Saya mau tanya apa reaksi Anda saat pagi-pagi bangun dan membuka pintu rumah untuk menghirup udara segar, ternyata yang ada di hadapan Anda adalah segerobak kotoran sapi yang sangat bau? Apakah Anda akan bersyukur atau marah-marah untuk cari tahu siapa yang menaruhnya? :)

Saya yakin, Anda dan saya seringkali mendapatkan 'kotoran sapi' yang busuk, bukan dalam arti harafiah, tetapi masalah, kegagalan, kerugian, aib dll dalam kehidupan kita. Bagaimana Kita merespon 'kotoran sapi' tersebut untuk menentukan bagaimana masa depan Kita.?

Terakhir Diperbaharui (Rabu, 02 April 2014 07:28)

 

Kreasiku

Batik Ganesha Salatiga

Sejak 2 Oktober 2009 UNESCO telah menetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity). oleh karena itu lewat karya saya berjudul “Batik Ganesha Salatiga” semoga dapat melestarikan budaya batik agar tetap melegenda sepanjang masa. Saya memilih tema gambar ganesha karena ganesha merupakan salah satu ciri khas kota Salatiga dan cerminan pendidikan di Indonesia

Filosofi gambar gajah pada Batik Ganesha Salatiga menunjukkan bahwa masyarakat Salatiga pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya selain harus berpendidikan tinggi juga harus melestarikan budaya asli Indonesia. Sedangkan gambar daun yang merambat menggambarkan kesinambungan antar generasi supaya dapat melestarikan budaya batik. Gambar kapak melambangkan ketajaman, ketelatenan dan kecerdasan dalam menjaga budaya tradisional Indonesia khususnya batik.

Harapan saya semoga Batik Ganesha salatiga dapat menambah koleksi ragam batik Indonesia.